jpnn.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan inflasi April 2026 mencapai 2,42 persen secara tahunan (yoy).
Angka ini lebih tinggi dibandingkan inflasi tahunan April 2025 sebesar 1,95 persen.
Sementara secara bulanan (mtom), inflasi pada April 2026 tercatat sebesar 0,13 persen.
Adapun inflasi tersebut disebabkan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 110,95 pada Maret 2026 menjadi 111,09 pada April 2026.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan sektor transportasi menjadi penyumbang inflasi terbesar pada April 2026.
"Dengan inflasi sebesar 0,99 persen, dan kelompok transportasi ini memberikan andil inflasi sebesar 0,12 persen," kata Ateng di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (4/5).
Tercatat komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok transportasi, yakni tarif angkutan udara dengan angka 0,11 persen dan bensin dengan andil sebesar 0,02 persen.
Di samping itu, komoditi lain yang juga memberikan andil inflasi, yakni minyak goreng sebesar 0,05 persen, dan tomat pada angka 0,03 persen.

3 hours ago
2




















































