Ekonom Optimistis Harga Pertamax Akan Turun, tetapi Bertahap

2 days ago 7

Ekonom Optimistis Harga Pertamax Akan Turun, tetapi Bertahap

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi pengisian bahan bakar minyak Pertamax di SPBU Pertamina. FOTO: Ricardo/JPNN.com.

jpnn.com, JAKARTA - Kepala ekonom Bank Permata, Josua Pardede mengungkapkan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia tidak selalu mengikuti harga minyak dunia secara langsung.

Karena, harga BBM di SPBU hasil gabungan dari harga pasar kawasan, nilai tukar rupiah, biaya pengadaan, penyimpanan, distribusi, margin badan usaha, serta pajak.

Josua menjelaskan semua faktor tersebut harus dihitung menggunakan rata-rata periode tertentu, bukan harga harian. 

“Misal Pertalite dan Solar harga lebih merupakan keputusan kebijakan negara yang mempertimbangkan daya beli masyarakat dan kemampuan APBN,” jelas Josua Rabu (18/6).

Oleh karena itu, ketika harga minyak dunia turun, ruang fiskal yang terbuka bisa lebih dahulu dipakai untuk mengurangi beban subsidi dan kompensasi yang sebelumnya membengkak.

“Bukan langsung diteruskan sebagai penurunan harga di SPBU,” kata dia.

Josua melanjutkan untuk BBM nonsubsidi, penyesuaian lebih mengikuti mekanisme pasar, tetapi tetap tidak bergerak harian karena memakai formula resmi dan pengawasan pemerintah.

“Jadi, persoalan yang sesungguhnya bukan apakah harga BBM harus turun, melainkan seberapa transparan pemerintah mengkomunikasikan komponen-komponen perhitungan harga kepada publik agar tidak mudah dipolitisasi,” ucapnya.

Kepala ekonom Bank Permata, Josua Pardede mengungkapkan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia tidak selalu mengikuti harga minyak dunia secara langsung.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|