jpnn.com, JAKARTA - Sejumlah kamera pengawas atau CCTV dan beberapa isi vending machine atau mesin jual otomatis di stasiun Istora Mandiri dirusak dan dijarah saat aksi demonstrasi terjadi pada Jumat (29/8).
Plt Kepala Divisi Corporate Secretary MRT Jakarta Ahmad Pratomo mengatakan kerusakan major terjadi pada entrance stasiun, baik itu kaca yang pecah, vandalisme.
"Vandalisme juga ada di dalam stasiunnya. Dan juga ada penjarahan pada vending machine, memang tidak semua,” kata Ahmad Pratomo saat sesi wawancara kepada media di Jakarta, Sabtu.
Pratomo mengatakan dari hasil pemeriksaan tim di lapangan, dari 13 stasiun MRT Jakarta, hanya stasiun Istora Mandiri, yang merupakan pusat aksi massa demo yang mengalami kerusakan.
Kendati tidak merinci jumlah isi mesin jual otomatis yang dijarah dan jumlah CCTV yang dirusak, Pratomo mengatakan kamera pengawas itu yang berada di dalam kawasan stasiun juga turut dirusak.
“Ada juga ada perusakan pada fasilitas CCTV. CCTV baik di permukaan, artinya CCTV yang dari entrance stasiun kita yang menghadap ke jalan. Maupun CCTV yang berada di level concourse atau satu level di bawah permukaan jalan,” ujar dia.
Lebih lanjut, Pratomo menuturkan bahwa mereka belum bisa memperkirakan nominal kerugian karena masih sedang dalam tahap pendataan. Dirinya juga menegaskan bahwa saat ini MRT Jakarta memprioritaskan perbaikan dan pemulihan fasilitas untuk mendukung layanan operasi.
“Untuk estimasi kerugian, kami masih dalam tahap evaluasi ya karena pagi hari ini kami masih dalam tahap inventarisir. Apa-apa saja secara detail yang terkena dampak dan nilai-nilainya. Dan tentu nantikan kami juga akan melakukan pemetaan, mana yang harus segera diganti, mana yang bisa nanti,” katanya, menjelaskan.