jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menegaskan pentingnya percepatan pengembangan waste-to-energy (WtE) atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).
Menurutnya itu merupakan strategi kunci dalam menjawab dua tantangan besar Indonesia sekaligus, yakni krisis pengelolaan sampah dan kebutuhan transisi menuju energi bersih.
Eddy menekankan bahwa persoalan sampah di Indonesia telah mencapai titik darurat.
Dari total timbunan sampah nasional yang mencapai lebih dari 56 juta ton per tahun, sekitar 61% di antaranya masih belum terkelola dengan baik dan sebagian besar berakhir di tempat pembuangan terbuka atau mencemari lingkungan.
Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kualitas lingkungan, tetapi juga kesehatan publik serta efisiensi ekonomi nasional.
Secara khusus Eddy Soeparno mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo menjadikan penanganan sampah sebagai prioritas nasional sekaligus terobosan dengan pendekatan WtE dalam menangani sampah.
“Persoalan sampah menjadi prioritas Presiden Prabowo dan ini perlu diapresiasi. Karena pendekatan konvensional dalam pengelolaan sampah tidak lagi memadai. Oleh karena itu, transformasi menuju model ekonomi sirkular melalui pengembangan PLTSa menjadi langkah strategis yang diambil Presiden Prabowo,” ungkap saat menjadi pembicara dalam rangkaian agenda Parlemen Kampus 2026 kerja sama DPR RI dengan Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS).
Secara global, pengembangan WtE telah terbukti efektif.

3 hours ago
2



















































