jpnn.com, JAKARTA - Dorongan agar pemerintah mengubah arah kebijakan insentif kendaraan listrik mulai menguat.
Pengamat industri otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Agus Purwadi, menilai porsi subsidi seharusnya lebih besar diberikan ke sepeda motor listrik ketimbang mobil listrik.
Menurut Agus, pendekatan itu dinilai lebih realistis dengan kondisi ekonomi masyarakat saat ini.
Pasalnya, pengguna sepeda motor di Indonesia masih didominasi kalangan menengah ke bawah, yang juga menjadi kelompok terbesar pengguna bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
“Kalau melihat daya beli dan profil pengguna, akan lebih tepat jika kuota motor listrik diperbesar dibanding mobil yang cenderung dikonsumsi segmen menengah-atas,” ujar Agus saat dihubungi di Jakarta, Selasa.
Pernyataan tersebut merespons rencana pemerintah yang tengah menyiapkan skema insentif kendaraan listrik tahun ini, masing-masing untuk 100 ribu unit mobil dan 100 ribu unit sepeda motor listrik.
Agus menilai kebijakan itu masih bisa dipertajam. Dia mendorong agar skema insentif dibuat lebih tersegmentasi, sehingga manfaatnya benar-benar tepat sasaran dan tidak melebar ke kelompok yang kurang membutuhkan.
Menurutnya porsi untuk mobil listrik bisa disesuaikan kembali, bahkan jika perlu dialihkan sebagian untuk menambah kuota motor listrik.

1 hour ago
2



















































