jpnn.com - BEIRUT - Kementerian Kesehatan Lebanon menyampaikan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Lebanon mencapai 2.702 orang dan 8.311 lainnya terluka.
"Data akhir akibat agresi Israel dari 2 Maret hingga 5 Mei: 2.702 tewas dan 8.311 terluka," kata Kemenkes Lebanon melalui pernyataan, Selasa (5/5).
Laporan terbaru kementerian menyebutkan enam orang tewas pada Selasa.
Pesawat Israel dilaporkan menyerang sejumlah kota di Lebanon selatan, termasuk pinggiran Tyre.
Pada saat yang sama, kelompok Hizbullah Lebanon mengaku telah meluncurkan 12 operasi tempur melawan pasukan Zionis Israel.
Pada 16 April, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Pemimpin Otoritas Israel Benjamin Netanyahu sepakat memulai gencatan senjata selama 10 hari, yang kemudian diperpanjang hingga tiga pekan.
Meski ada gencatan senjata, Zionis Israel terus melancarkan serangan udara dan artileri hampir setiap hari ke Lebanon selatan, yang kemudian dibalas oleh Hizbullah di daerah perbatasan. (antara/jpnn)

1 hour ago
2



















































