jpnn.com, LHOKSEUMAWE - Minimnya pemahaman generasi muda terhadap aturan kepabeanan dan cukai serta bahaya barang ilegal masih menjadi tantangan dalam menjaga ketertiban ekonomi dan perlindungan masyarakat.
Kondisi tersebut mendorong Bea Cukai untuk memperkuat sinergi dengan sivitas akademika melalui program edukasi langsung ke sekolah.
Tujuannya agar siswa memiliki literasi hukum sejak dini sekaligus siap menghadapi dinamika global.
Di Lhokseumawe, Bea Cukai menggelar program Customs Goes To School (CGTS) di SMA Negeri 1 Lhokseumawe pada Senin (20/4).
Kegiatan ini dihadiri Plh. Kepala Kantor Bea Cukai Lhokseumawe M. Syahputra, dan diterima Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Mukhlis.
Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Lhokseumawe Vicky Fadian menegaskan CGTS merupakan instrumen strategis dalam mengenalkan peran negara kepada generasi muda.
“Bea Cukai bukan semata institusi pemungut penerimaan negara, tetapi juga memiliki mandat strategis sebagai revenue collector, community protector, industrial assistance, dan trade facilitator,” kata Vicky dalam keterangannya, Rabu (6/5).
Dia menambahkan, pemahaman ini penting di tengah meningkatnya peredaran barang ilegal yang berdampak pada penerimaan negara dan perlindungan konsumen.

2 hours ago
2



















































