jpnn.com, JAKARTA - Tuan Guru Batak Syekh Ahmad Sabban el-Rahmaniy Rajagukguk menyampaikan keprihatinannya terhadap pernyataan mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM) Tiyo Ardianto yang diduga menghina Presiden Prabowo Subianto.
Kontroversi bermula dari sebuah video yang beredar luas di berbagai platform media sosial. Dalam video tersebut, Tiyo mengaku telah menyelamatkan seekor kucing yang mengalami penyakit kulit atau skabies.
Namun, perhatian publik tertuju pada nama yang kemudian diberikan kepada kucing tersebut, yang dinilai mengandung unsur penghinaan terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Menanggapi viralnya video tersebut, Tuan Guru Batak menegaskan kebebasan berpendapat merupakan hak setiap warga negara yang dijamin dalam sistem demokrasi.
Namun, dia mengingatkan bahwa kebebasan tersebut harus dijalankan dengan tetap menjunjung tinggi etika, moralitas, dan adab sebagai identitas bangsa Indonesia.
"Saya sebagai anak bangsa yang sangat mencintai negeri ini sungguh merasa prihatin atas apa yang disampaikan oleh ananda Tiyo Ardianto," ujar Tuan Guru Batak, Selasa (16/6).
Menurutnya, Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama, Pancasila, serta budaya ketimuran yang mengedepankan sopan santun dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Dia menilai kritik terhadap pemerintah merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Namun, kritik tersebut tidak seharusnya disampaikan dalam bentuk cacian, makian, atau pun penghinaan kepada individu maupun pemimpin negara.

3 hours ago
5





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364450/original/049240400_1759113678-allano.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307861/original/026520700_1754487526-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518117/original/054027000_1772464500-rivera.jpg)


