jpnn.com, BEKASI - Pawai obor dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Desa Sukajadi, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, menjadi momentum untuk menguatkan pesan persatuan dan menjaga keutuhan bangsa.
Ratusan warga mengikuti pawai obor yang menerangi jalan-jalan desa pada peringatan tahun baru Islam tersebut.
Tokoh pemuda Kabupaten Bekasi Ahmad Syarifuddin mengajak masyarakat menjadikan 1 Muharram sebagai momentum introspeksi sekaligus mempererat persaudaraan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.
Menurut Ahmad, pergantian tahun Hijriah seharusnya dimaknai dengan meninggalkan sikap saling memfitnah, menyebarkan kebencian, maupun melakukan provokasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.
"Jangan adu domba bangsa ini. Indonesia dibangun dengan persatuan, gotong royong, dan semangat kebersamaan. Momentum 1 Muharram harus menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa hanya bisa dicapai jika kita menjaga kerukunan dan persaudaraan," kata Ahmad, Senin (15/6).
Dia menilai masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan, saat ini lebih membutuhkan solusi nyata atas berbagai persoalan kehidupan dibandingkan kegaduhan politik yang tidak memberikan manfaat langsung.
Menurut dia, warga membutuhkan lapangan pekerjaan, peningkatan kesejahteraan, akses pendidikan yang lebih baik, serta stabilitas sosial agar pembangunan dapat berjalan berkelanjutan.
"Rakyat membutuhkan solusi, bukan konflik. Masyarakat desa ingin hidup tenang, bekerja dengan nyaman, dan melihat pembangunan berjalan. Karena itu, mari hentikan narasi yang hanya menimbulkan perpecahan dan keresahan di tengah masyarakat," ujarnya.

3 hours ago
5





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364450/original/049240400_1759113678-allano.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307861/original/026520700_1754487526-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518117/original/054027000_1772464500-rivera.jpg)


