Sekjen PDIP: Belajarlah dari Gatotkaca, Jadi Ksatria yang Membela Rakyat

3 hours ago 5

 Belajarlah dari Gatotkaca, Jadi Ksatria yang Membela Rakyat

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Pendopo Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Senin (15/6). Dokumentasi DPP PDIP

jpnn.com, BLITAR - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto ikut menyaksikan wayang kulit dengan lakon Lahirnya Gatotkaca di Pendopo Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Senin (15/6) malam.

Diketahui, pertunjukan wayang kulit digelar menyambut pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 H atau disebut Malam Satu Suro.

Hasto pun sempat menyampaikan pidato sebelum pertunjukan wayang kulit yang dibawakan dalang Ki Minto Darsono itu dimulai.

"Bangsa lain merayakan tahun baru dengan pesta pora, tetapi bagi kami, Malam Satu Suro diisi dengan laku. Ilmu kelakone kanthi laku. Diisi dengan perenungan tentang Sangkan Paraning Dumadi (dari mana datang dan ke mana kembali, red)," ujar dia, Senin (15/6) malam.

Hasto memaparkan tiga pesan moral yang bisa dipetik dari kisah Gatotkaca. Pertama tentang keberanian seseorang untuk menegakkan kebenaran.

"Gatotkaca tidak pernah takut. Akhir-akhir ini kita sering takut membela kebenaran, takut memperjuangkan keadilan ketika ketidakadilan merajalela. Belajarlah dari Gatotkaca, jadilah ksatria yang membela rakyat, bangsa, dan negara," kata alumnus Universitas Pertahanan (Unhan) itu.

Hasto mengatakan kisah Gatotkaca bisa mengajarkan semua tentang makna kekeluargaan, kekuasaan, dan ambisi. 

Dia kemudian merujuk konflik Arjuna dan Adipati Karna yang satu ibu dalam kisah Gatotkaca, tetapi terpecah oleh kekuasaan

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyebut kisah Gatotkaca mengajarkan semua untuk tidak takut berjalan di kebeneran.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|