PSI Gencar Rekrut Kader Partai Lain Jelang Pemilu 2029, Pengamat: Hal Lumrah

3 hours ago 5

 Hal Lumrah

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Foto: dok PSI.id

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Adi Prayitno menilai langkah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang aktif melakukan pendekatan dan merekrut kader dari sejumlah partai politik menjelang Pemilu 2029 merupakan hal yang lumrah.

PSI disebut tidak hanya menyasar kader PDI Perjuangan (PDIP),tetapi juga dikabarkan membidik kader dari NasDem, Demokrat, hingga Partai Amanat Nasional (PAN).

Menurut Adi Prayitno, kader biasa, pengurus partai, bahkan pejabat publik sangat mungkin berpindah partai ketika melihat peluang politik yang lebih menjanjikan.

"Di Indonesia, kader biasa, pengurus partai, bahkan pejabat publik sangat mungkin pindah partai di masa mendatang," ujar Adi Prayitno melalui kanal YouTube miliknya, Selasa (16/6).

Direktur Parameter Politik Indonesia itu menjelaskan kondisi tersebut menunjukkan identitas kepartaian atau party identification di Indonesia masih relatif rendah.

Karena itu, loyalitas kader terhadap partai tidak selalu bersifat permanen.

"Ini mengindikasikan bahwa identitas kepartaian di Indonesia cukup rendah. Orang yang hari ini berbaju merah, besok bisa saja berbaju partai lain," katanya.

Adi menambahkan perpindahan kader tidak hanya dipengaruhi faktor kedekatan politik, tetapi juga adanya tawaran yang dianggap lebih menguntungkan bagi karier maupun masa depan politik seseorang.

Pengamat politik Adi Prayitno menilai langkah PSI yang aktif melakukan pendekatan dan merekrut kader dari sejumlah partai politik merupakan hal yang lumrah.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|