jpnn.com, JAKARTA - Pendiri Serikat Masyarakat Produktif Indonesia Azis Subekti menyebut Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar besar bagi platform global, tetapi harus mampu menentukan arah sendiri ekonomi digital dunia.
"Pada abad digital, ujian itu hadir melalui data, algoritma, pusat komputasi, kabel bawah laut, media sosial, dan kecerdasan buatan,” kata Azis dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/6).
Menurut dia, tantangan Indonesia ialah memastikan nilai tambah digital tidak keluar seluruhnya dari dalam negeri.
“Indonesia bisa sangat terkoneksi, tetapi belum tentu benar-benar berdaulat. Kita harus memastikan ekonomi digital tidak hanya memperkaya platform, tetapi juga memperluas kesejahteraan nasional,” ujar Azis.
Legislator DPR RI itu mengatakan tantangan tadi ditambah dengan kewajiban Indonesia melindungi data warga negara.
Azis menekankan pentingnya infrastruktur digital yang tangguh.
Kabel bawah laut, pusat data, satelit, keamanan siber, internet exchange, serta kapasitas komputasi nasional.
Dia mengatakan gangguan terhadap arus data dapat berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat modern.

4 hours ago
3





















.jpeg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364450/original/049240400_1759113678-allano.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518117/original/054027000_1772464500-rivera.jpg)







:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5504493/original/054488000_1771238831-Persita_Tangerang_Vs_PSBS_Biak-4.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518312/original/099191500_1772505014-persebaya.jpg)