jpnn.com, JAKARTA - Agus Rahardjo dan Sudirman Said menyoroti perjalanan reformasi Indonesia.
Hal itu disampaikan kedua tokoh yang pernah berada di garis terdepan dalam pemberantasan korupsi dan perbaikan tata kelola negara tersebut saat reuni di Universitas Harkat Negeri (UHN), Rabu (25/6).
Mantan Ketua KPK periode 2015-2019 Agus Rahardjo dan Menteri ESDM periode 2014-2016 Sudirman Said sampai pada kesimpulan yang sama, yakni pencapaian reformasi 1998 sedang mengalami kemunduran serius.
Sudirman Said menyebut Indonesia hari ini berada di era kegelapan dari sisi tata kelola, dan menempatkan masa pemerintahan Presiden Joko Widodo sebagai periode terburuk.
"Rusak strukturnya, rusak orangnya, dan rusak kulturnya," kata Sudirman Said menggambarkan kondisi institusi kenegaraan yang menurutnya ditinggalkan dalam keadaan rapuh.
Menurut Sudirman, bangsa ini tengah mengalami tiga defisit sekaligus, yakni defisit moralitas dan etika bernegara, defisit intelektual, dan defisit spiritual.
Dia menilai akar persoalannya ada pada kepemimpinan nasional yang tidak menyadari perannya sebagai teladan dan tidak memikul tanggung jawab atas kelangsungan hidup bernegara.
Sudirman merujuk pada buku Marcus Mietzner, Ruling Indonesia, yang menempatkan kepemimpinan sebagai sumber kerusakan tata kelola.
Dia menyampaikan karena yang membuat kerusakan adalah para pemimpin, perbaikannya pun harus dimulai dari aspek kepemimpinan.

3 hours ago
5





















.jpeg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364450/original/049240400_1759113678-allano.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518117/original/054027000_1772464500-rivera.jpg)







:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5504493/original/054488000_1771238831-Persita_Tangerang_Vs_PSBS_Biak-4.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518312/original/099191500_1772505014-persebaya.jpg)