jpnn.com - Bayang-bayang konflik di Timur Tengah kini ikut mengusik kalender balap motor paling bergengsi di dunia, MotoGP.
Seri MotoGP Qatar terancam tak berjalan sesuai rencana setelah perang antara Amerika Serikat - Israel versus Iran memicu ketidakpastian di kawasan tersebut.
Putaran yang seharusnya berlangsung pada 12 April 2026 di Lusail International Circuit kini berada dalam situasi abu-abu.
CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, mengakui pihaknya terus memantau perkembangan sebelum mengambil keputusan final.
Ketegangan geopolitik yang meningkat memicu dampak langsung pada sektor penerbangan.
Sejumlah wilayah udara di Timur Tengah ditutup, membuat mobilitas tim, kru, hingga logistik balap menjadi sangat sulit.
Dalam situasi seperti itu, penyelenggaraan ajang sebesar MotoGP jelas bukan perkara sederhana.
“Saya belum bisa mengatakan sekarang bahwa kami tidak akan pergi,” ujar Ezpeleta saat menghadiri acara Estrella Galicia 0.0 di Madrid.

2 hours ago
1




















































