jpnn.com - JAKARTA - Komposisi kepengurusan baru Mathla’ul Anwar akan membawa salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam tertua itu bergerak dalam bentuk konkret, terukur dan strategis.
Konsolidasi elite kader MA menjadi penanda fase baru penguatan organisasi menuju peran lebih strategis di tingkat nasional hingga global.
Adapun langkah yang dilakukan itu tidak hanya simbolik, tetapi diarahkan pada transformasi konkret yang terukur dan berorientasi pada pengaruh kebijakan.
Ketua Umum Mathla’ul Anwar Jazuli Juwaini mengatakan bahwa kepengurusan baru diisi kader internal yang memiliki kapasitas struktural kuat. Komposisi kepengurusan juga diperkuat sejumlah tokoh nasional.
“Hal ini bukan sekadar penyusunan struktur, tetapi upaya menghadirkan kepemimpinan yang mampu membuka akses dan memperkuat posisi MA di tingkat nasional dan global,” kata Jazuli dalam keterangannya, Jumat (2/5).
Jazuli menjelaskan bahwa pengalaman panjang parlemen serta jejaring internasional, menjadi modal penting dalam memperluas diplomasi organisasi.
Lewat posisi strategis di forum parlemen global, MA diarahkan tidak hanya sebagai organisasi berbasis massa, tetapi juga aktor yang memiliki jangkauan internasional.
Kehadiran Abdul Fikri Faqih membawa pengalaman legislatif yang memperkuat daya dorong kebijakan pendidikan. Peran tersebut diharapkan mampu meningkatkan posisi lembaga pendidikan MA dalam prioritas pembangunan nasional.

1 hour ago
2





















.jpeg)





























