jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah sedang mencari cara untuk menambah stok bahan bakar minyak (BBM) nasional menjadi tiga bulan atau selama 90 hari.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan stok BBM dari sebelumnya hanya untuk 20-25 hari ke depan, maka mulai saat ini bakal ditambah menjadi 90 hari.
Hal itu diungkapkan Bahlil seusai perang antara Iran versus Israel-Amerika Serikat (AS) meletus dan telah mengganggu kondisi minyak dunia.
“Faktanya, ketahanan energi kami itu maksimal di angka 25–26 hari, enggak lebih dari itu,” ucap Bahlil dikutip Kamis (5/2).
Bahlil juga menanggapi terkait Jepang yang memiliki stok BBM untuk 254 hari ke depan.
Bahlil menjelaskan ketimpangan ini disebabkan karena terbatasnya ruang penyimpanan BBM yang dimiliki oleh Indonesia.
“Sekarang, kalau kita impor sebanyak itu (Jepang), kami mau taruh (BBM) di mana? Itu permasalahan kita,” ucapnya.
Oleh karena itu, lanjut Bahlil, pemerintah sedang berusaha untuk membangun penyimpanan yang kapasitasnya bisa mencapai 90 hari atau tiga bulan, agar selaras dengan standar internasional.

3 hours ago
1






















.jpeg)






























