Mulai 15 September, Kemenkeu Resmi Ambil Alih Pengelolaan Utang Kereta Cepat Whoosh

2 hours ago 2

Mulai 15 September, Kemenkeu Resmi Ambil Alih Pengelolaan Utang Kereta Cepat Whoosh

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (28/8/2026). (ANTARA/Imamatul Silfia)

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa pengelolaan utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh akan resmi diserahkan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mulai 15 September 2026.

Meski demikian, skema pasti terkait pembayaran utang tersebut hingga kini masih dalam tahap pengkajian mendalam.

“Masih didiskusikan. Yang jelas akan diserahkan ke kami kira-kira 15 September,” kata Purbaya saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Pengelolaan utang itu sebelumnya direncanakan akan melibatkan perusahaan Special Vehicle Mission (SMV) Kemenkeu. Purbaya sejauh ini belum mengungkapkan SMV yang akan dilibatkan.

Namun, ia membuka peluang bahwa pihaknya akan melibatkan setidaknya dua perusahaan SMV untuk mengelola utang proyek KCJB.

“Kami bisa melibatkan beberapa SMV dari Kementerian Keuangan. Tapi, belum saya umumkan karena belum tahu, masih proses diskusi. (SMV) Dua mungkin. Bisa juga kami pakai SMV yang kecil dan juga yang besar. Kami lihat nanti skema yang paling pas seperti apa,” jelas Purbaya.

Sementara itu, dalam Buku II Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, Pemerintah berencana menunjuk PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) atau PT PII sebagai SMV Kemenkeu untuk menjalani mandat mengelola utang PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Pemerintah menugaskan PT PII (Persero) untuk melakukan penjaminan bersama dengan menanggung porsi jaminan terlebih dahulu (first loss basis).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa pengelolaan utang Whoosh akan resmi diserahkan ke Kemenkeu mulai 15 September 2026.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|