jpnn.com, JAKARTA - Ratusan ribu akan melakukan aksi di depan Gedung DPR RI dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2026.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh, Said Iqbal menekankan pihaknya hanya akan melakukan aksi di DPR RI, bukan di Monas.
Penekanan pernyataan tersebut sehubungan dengan adanya aksi May Day bersama Presiden Prabowo Subianto yang digelar di Monas.
Secara tidak langsung, Said menegaskan peringatan May Day tidak boleh direduksi menjadi seremoni, melainkan harus menjadi momentum perjuangan menagih janji-janji negara yang hingga kini belum dijalankan.
“Kami hanya akan melakukan aksi May Day di DPR RI, bukan di Monas. Karena bagi kami, May Day adalah perjuangan, bukan sekadar seremoni,” kata Said Iqbal dalam konferensi pers daring, Jumat (17/4).
KSPI dan Partai Buruh menilai perayaan di Monas berbeda secara substansi, dan dianggap hanya bersifat seremoni.
Berbeda dengan aksi di DPR RI, lanjut Said, yang akan membawa tuntutan konkret atas berbagai persoalan ketenagakerjaan yang belum diselesaikan.
Said Iqbal menjelaskan terdapat janji utama pemerintah pada May Day 2025 yang hingga hari ini belum dijalankan sama sekali, ditambah 2 isu baru yang menjadi tuntutan buruh saat ini.

4 hours ago
3






































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449566/original/006494000_1766070807-000_88JW69R.jpg)













