jpnn.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap seorang wiraswasta bernama Billy Haryanto pada hari ini, Selasa (28/4). Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan pemeriksaan tersebut. "Pemeriksaan bertempat di Gedung Merah Putih KPK atas nama BH selaku wiraswasta, ujar Budi Prasetyo kepada wartawan," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangannya.
Billy Haryanto dikenal sebagai pengusaha asal Sragen, Jawa Tengah, yang akrab disapa Billy Beras. Ia juga disebut-sebut sebagai ipar dari Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo. Pemeriksaan ini merupakan pemanggilan lanjutan setelah sebelumnya ia diperiksa pada 18 Desember 2025.
Perkara ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 11 April 2023 di Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah DJKA Kemenhub. Sejak saat itu, penyidikan terus berkembang hingga mencakup berbagai proyek infrastruktur rel di wilayah Jawa, Sumatera, hingga Sulawesi.
Hingga 20 Januari 2026, KPK telah menetapkan dan menahan sebanyak 21 orang tersangka. KPK juga telah menetapkan dua korporasi sebagai tersangka dalam kasus ini.
Proyek-proyek yang menjadi objek penyidikan antara lain pembangunan jalur ganda Solo Balapan-Kadipiro-Kalioso, pembangunan jalur kereta api di Makassar Sulawesi Selatan, empat proyek konstruksi dan dua proyek supervisi di Lampegan Cianjur Jawa Barat, serta proyek perbaikan perlintasan sebidang di wilayah Jawa dan Sumatera.
Dalam proses pengadaan tersebut, diduga terjadi pengaturan pemenang pelaksana proyek oleh pihak-pihak tertentu melalui rekayasa sejak proses administrasi sampai penentuan pemenang tender. (tan/jpnn)

2 hours ago
2





















































