jpnn.com, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengaku kaget saat namanya disebut oleh Bupati Pekalongan Fadia A Rafiq dalam rangkaian Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK).
Pernyataan itu muncul setelah Fadia, seusai ditetapkan sebagai tersangka, menyebut dirinya sedang berada di rumah Ahmad Luthfi saat OTT berlangsung. Keterangan tersebut memunculkan persepsi bahwa keduanya tertangkap bersama.
Ahmad Luthfi secara tegas membantah anggapan tersebut. Dia mengaku baru mengetahui kabar OTT terhadap Fadia dari pemberitaan media pada Selasa (3/3) pagi.
“Saya malah baru tahunya pas Selasa pagi dari media,” kata Luthfi dalam keterangan tertulis, Rabu (4/3).
Luthfi membenarkan bahwa pertemuan dengan Fadia memang terjadi pada Senin (3/2) malam di kediamannya. Namun, dia menyatakan pertemuan itu tidak berlangsung secara tertutup atau hanya berdua.
Menurutnya, pertemuan tersebut turut dihadiri Bupati Tegal dan Wakil Bupati Purbalingga. Agenda yang dibahas yakni progres Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di masing-masing daerah menjelang rapat koordinasi (rakor) MBG di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada Selasa (3/3) siang.
Rakor MBG tersebut dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), serta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurutnya, pada pertemuan Senin malam itu Fadia juga menyampaikan izin tidak dapat menghadiri rakor MBG keesokan harinya.

3 hours ago
2





















































