jpnn.com - JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atau Kemendikdasmen memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Tatang Muttaqin menegaskan bahwa revitalisasi bukan sekadar perbaikan fisik bangunan.
Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan bahwa tidak boleh ada sekolah dengan atap runtuh atau tanpa fasilitas dasar seperti WC.
"Dana dikirim langsung ke sekolah-sekolah melalui pola swakelola untuk memberikan peluang bagi satuan pendidikan memperbaiki prasarana sesuai kebutuhan mereka," ujar Tatang dalam Bincang Santai bersama Media bertajuk "Dampak Nyata Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Penguatan Literasi melalui Sarana Perpustakaan yang Nyaman" di Jakarta, Selasa (12/5).
Pada 2025, program revitalisasi menyasar total 2.026 satuan pendidikan yang terdiri dari 1.465 SMK, 385 SLB, 62 PKBM, dan 114 SKB.
Khusus untuk jenjang SMK, total dana yang disalurkan mencapai Rp2,6 triliun untuk menangani 7.586 bangunan, baik pembangunan baru maupun rehabilitasi.
Salah satu fokus utama tahun 2025 adalah rehabilitasi dan pembangunan sarana literasi serta praktik. Tatang memerinci pembangunan fasilitas tersebut antara lain Perpustakaan SMK sebanyak 232 unit. Terdiri dari 155 pembangunan unit baru dan 77 unit rehabilitasi fisik.
Ruang Praktik Kejuruan (RPK) sebanyak 1.008 unit RPK dibangun untuk 75 jenis kompetensi kejuruan, mencakup 885 unit pembangunan baru dan 127 unit rehabilitasi.

8 hours ago
9




















































