jpnn.com, JAKARTA - Rencana impor pemerintah terhadap 1.000 ton beras dari Amerika Serikat (AS) diklaim tidak bertentangan dengan swasembada pangan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan impor beras yang dilakukan pemerintah jumlahnya sangat kecil.
Dia menjelaskan beras khusus jenis basmati untuk memenuhi kebutuhan pasar tertentu, bukan beras konsumsi umum masyarakat Indonesia.
"Impor itu hanya bersifat khusus hanya untuk turis-turis asing yang berkunjung ke Indonesia," kata Amran dikutip Rabu (4/3).
Amran mengaku beras khusus tersebut diperuntukkan bagi segmen restoran, hotel, serta kebutuhan wisatawan dan investor asing yang memiliki preferensi rasa berbeda dari beras lokal.
"Karena 'taste'-nya ini untuk turis yang datang," ujar Amran.
Amran pun mencontohkan calon jemaah haji Indonesia di Tanah Suci cenderung memilih beras lokal dibandingkan beras Arab Saudi karena cita rasa lebih sesuai selera masyarakat Indonesia.
"Jadi, kalau berangkat (haji), senangnya beras yang pulen, yang beras inpari, Cianjur," jelasnya.

2 hours ago
2




















































