Identifikasi Korban Kecelakaan Bus ALS di Muratara Mengandalkan Sampel Tulang

5 hours ago 3

Identifikasi Korban Kecelakaan Bus ALS di Muratara Mengandalkan Sampel Tulang

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Salah satu korban kecelakaan bus ALS tiba di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang. Foto: Cuci Hati/JPNN.com.

jpnn.com - Tim Disaster Victim Identification Pusdokkes Polri mengandalkan pemeriksaan deoxyribonucleic acid (DNA) dari sampel tulang yang masih berwarna kemerahan untuk mengidentifikasi 17 jenazah korban tabrakan bus ALS dengan truk tangki BBM di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan.

Kepala Bidang DVI Pusdokkes Polri Komisaris Besar Polisi Wahyu Hidayati menyebut mayoritas sampel diambil dari bagian tulang karena jaringan lunak korban sudah tidak utuh akibat panas api saat kecelakaan terjadi.

"Dalam kondisi sekarang ini, kita mengambil tulang. Kita juga memilih tulang yang masih merah, yang kira-kira masih ada DNA-nya. Karena kalau tulangnya sudah jadi arang, tidak bisa," katanya di Palembang, Sabtu (9/5/2026).

Proses identifikasi korban melalui ciri fisik maupun properti pribadi mengalami kendala, karena sebagian besar barang milik korban terlepas dari tubuh saat insiden tabrakan yang mengakibatkan bus ALS terbakar.

Metode identifikasi melalui data gigi yang umumnya menjadi pembanding utama juga sulit dilakukan lantaran kondisi gigi korban sudah rapuh dan hancur akibat suhu panas yang tinggi.

Tim DVI sebelumnya berharap identifikasi dapat dilakukan melalui pemeriksaan gigi sebagaimana pada sejumlah kasus kebakaran sebelumnya.

Namun, besarnya kobaran api dalam kecelakaan bus dengan truk tangki BBM itu menyebabkan sebagian besar tulang korban, termasuk gigi, mengalami kerusakan berat.

"Karena apinya sangat besar sehingga sebagian besar tulang, termasuk gigi, itu juga menjadi rapuh," jelasnya.

Tim Disaster Victim Identification Pusdokkes Polri mengandalkan pemeriksaan DNA dari sampel tulang saat identifikasi korban kecelakaan Bus ALS di Muratara.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|