jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Bersama Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat (GKSR) merupakan gerakan konstitusional yang memperjuangkan demokrasi inklusif.
Ketua Umum GKSR Oesman Sapta Odang (OSO) mengatakan GKSR adalah kumpulan partai yang meski tak punya kursi, tapi punya legitimasi suara rakyat.
"Kami bukan gerakan antikonstitusi, delapan partai nonparlemen sah sebagai representasi warga negara. Kami memastikan tak ada suara rakyat yang hilang," tegas dia dalam seminar nasional membahas parliamentary threshold, di Jakarta Selatan, Selasa (3/3).
Ketua Umum Partai Hanura itu menilai ambang batas parlemen berpotensi mengubah substansi demokrasi.
Menurut OSO saat jutaan rakyat suaranya hilang, yang hilang bukan hanya kursi, tapi kedaulatan dan konstitusi.
Demokrasi, sambung OSO, bukan hanya milik partai besar. Demokrasi bukan kompetisi antar elite.
“Setiap suara rakyat adalah kedaulatan, bukan angka statistik," ucapnya.
OSO mengaku parliamentary threshold akan menyederhanakan sistem kepartaian.

3 hours ago
3




















































