jpnn.com, GAZA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengoperasikan empat unit tenda sekolah untuk anak-anak pengungsi di wilayah Az-Zawayda, Gaza Tengah.
Fasilitas pendidikan darurat ini dibangun sebagai respons atas hancurnya sarana pendidikan akibat konflik berkepanjangan.
Kehadiran tenda sekolah tersebut menjadi upaya untuk memastikan proses belajar tetap berjalan di tengah kondisi darurat kemanusiaan. Ratusan anak pengungsi kini kembali memiliki ruang untuk mengakses pendidikan dasar.
Ketua Baznas Sodik Mudjahid, menyebut program ini sebagai bentuk komitmen Indonesia dalam mendukung masa depan pendidikan anak-anak Palestina.
“Kami memahami bahwa pendidikan tidak boleh terhenti meski dalam situasi perang. Tenda-tenda ini adalah simbol harapan agar anak-anak Gaza tetap memiliki akses terhadap ilmu pengetahuan,” ujar Sodik dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (4/5).
Sekolah darurat tersebut berlokasi di dekat Kamp “Ard Az-Zaitoun” dan diperkirakan menampung sekitar 550 hingga 600 pelajar laki-laki dan perempuan dari berbagai jenjang pendidikan.
Baznas memastikan kegiatan belajar tetap menggunakan kurikulum resmi Palestina agar kualitas pendidikan tetap terjaga meskipun dalam kondisi terbatas.
Selain pelajaran umum, sekolah ini juga menyediakan program tambahan berupa kelas pendidikan Al-Qur’an. Program tersebut telah menarik minat sekitar 100 siswa untuk mengikuti hafalan.

3 hours ago
4



















































