jpnn.com, TERNATE - Ketersediaan energi di wilayah kepulauan seperti Maluku Utara, bukan sekadar kebutuhan sehari-hari, tetapi menjadi salah satu fondasi untuk mendukung konektivitas dan pergerakan ekonomi masyarakat.
Karena itu, Pertamina terus memastikan kesiapan infrastruktur dan distribusi energi, termasuk untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar penerbangan dan BBM di wilayah Indonesia Timur.
Upaya tersebut menjadi perhatian dalam kunjungan Direktur Manajemen Risiko PT Pertamina (Persero) Ahmad Siddik Badruddin ke sejumlah fasilitas operasi Pertamina di Ternate, Maluku Utara, Selasa (1/9).
Dalam kunjungan tersebut, Siddik meninjau langsung kesiapan operasional sekaligus mengevaluasi kapasitas infrastruktur energi dalam mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan energi di wilayah tersebut.
Kunjungan diawali dengan peninjauan Aviation Fuel Terminal (AFT) Baabullah yang berada di sekitar Bandara Sultan Babullah, Ternate.
Fasilitas tersebut memiliki peran penting dalam memastikan ketersediaan bahan bakar pesawat atau avtur bagi penerbangan yang beroperasi dari dan menuju Ternate.
“Terminal ini dikhususkan untuk menyuplai avtur untuk sekitar 15 penerbangan pesawat per hari yang masuk dan keluar dari Bandara Babullah,” ujar Siddik dalam keterangannya, Selasa (8/9).
Menurut Siddik, pertumbuhan aktivitas perekonomian di Maluku Utara, berpotensi meningkatkan trafik penerbangan di Bandara Sultan Babullah.

5 hours ago
2





















































