Deteksi Dini Aritmia, Teknologi Ini Bisa Bantu Pantau Denyut Jantung Tak Beraturan

3 weeks ago 13

Deteksi Dini Aritmia, Teknologi Ini Bisa Bantu Pantau Denyut Jantung Tak Beraturan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Konsultan Aritmia di Heartology Cardiovascular Hospital, dr. Sunu B. Raharjo, Sp.JP(K), PhD di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat. Foto: Romaida/jpnn.com

jpnn.com - Heartology Cardiovascular Hospital kembali menyelenggarakan konferensi ilmiah tahunan bertajuk CARES 2025 (Cardiac & Vascular Excellence Scientific Update).

Acara ini dihelat untuk menjawab tantangan dalam penanganan penyakit jantung dengan menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik klinis di lapangan.

Mengusung tema “Heart & Vessel Dialogues: Case Sharing Across Cardiovascular Medicine”, acara ini berlangsung di Ballroom Mandarin Oriental Jakarta pada Sabtu, (2/8).

Konferensi ini dihadiri oleh total 300 peserta simposium dan 165 peserta lokakarya dari berbagai kalangan medis.

Ketua Panitia CARES 2025, dr. Adrianus Kosasih, Sp.JP(K) menyatakan salah satu tantangan terbesar dalam penanganan penyakit jantung saat ini adalah kesenjangan antara teori dan praktik klinis

"Melalui CARES 2025, kami mencoba menjembatani itu bukan hanya lewat sesi simposium, tapi juga dengan memberikan ruang bagi peserta untuk mendiskusikan kasus riil dari pengalaman mereka," kata Adrianus Kosasih di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.

Berbeda dari tahun sebelumnya, CARES 2025 dirancang dengan fokus pembahasan yang lebih interaktif dan klinis.

Fokus utamanya yakni membedah studi kasus nyata yang melintasi berbagai subspesialis kardiovaskular, mulai dari dokter spesialis jantung, bedah toraks, dokter umum, hingga peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).

Deteksi dini denyut jantung tak beraturan yang menjadi salah satu gejala aritmia, teknologi bisa membantu.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|