jpnn.com, SEOUL - Transformasi digital menjadi arah utama reformasi kepabeanan dunia.
Hal ini mengemuka dalam Korea Customs Week 2026, forum internasional yang diselenggarakan Korea Customs Service (KCS) di Seoul, Korea Selatan pada 1-2 April 2026.
Forum tersebut mempertemukan pimpinan administrasi kepabeanan dari berbagai negara, seperti Korea Selatan, Indonesia, Kazakhstan, Hong Kong, Kamboja, Azerbaijan, Uzbekistan, Kyrgyzstan, Laos, dan Tajikistan untuk membahas penguatan ekosistem perdagangan global melalui pemanfaatan teknologi dan data.
Indonesia hadir melalui delegasi Bea Cukai yang dipimpin langsung Direktur Jenderal Bea dan Cukai Letjen TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama sebagai ketua delegasi.
Dalam forum tersebut, Indonesia turut menyampaikan pengalaman nasional dalam pengelolaan perdagangan lintas negara, khususnya pada sektor perdagangan elektronik (cross-border e-commerce).
Beberapa kebijakan yang dipaparkan antara lain penerapan simplified declaration, kebijakan de minimis, paperless processing, serta penggunaan risk engine berbasis data untuk pengawasan barang impor.
Bagi masyarakat, hasil forum ini penting karena berkaitan langsung dengan layanan kepabeanan yang semakin cepat, akurat, dan transparan.
Berikut beberapa hal penting yang perlu diketahui:
1. Layanan Kepabeanan Makin Cepat dan Efisien Arah

1 hour ago
2




















































