VOICE Indonesia Gelar Diskusi Publik Bedah Jerat TPPO dan Kerentanan PMI

1 week ago 18

VOICE Indonesia Gelar Diskusi Publik Bedah Jerat TPPO dan Kerentanan PMI

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Forum media VOICE Indonesia bersama Bogor Media Siber Network menggelar Diskusi Publik Jilid III bertajuk "Jerat TPPO & Kerentanan PMI: Mengurai Celah Hukum, Jalur Gelap, dan Sistem Perlindungan" di Bogor, Rabu (9/9/2026). Foto: narasumber

jpnn.com, BOGOR - Forum media VOICE Indonesia bersama Bogor Media Siber Network menggelar Diskusi Publik Jilid III bertajuk "Jerat TPPO & Kerentanan PMI: Mengurai Celah Hukum, Jalur Gelap, dan Sistem Perlindungan" di Bogor, Rabu (9/9/2026).

Forum ini merupakan kelanjutan dari rangkaian diskusi serial yang sebelumnya sukses dilaksanakan di Jakarta dan Bandung.

Pemimpin Redaksi VOICEIndonesia.co Anton Sahadi menegaskan penyelenggaraan forum ini dilakukan secara mandiri sebagai wujud nyata independensi dan kepedulian insan pers terhadap maraknya kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

"Kami perlu sampaikan bahwa kegiatan diskusi ini diselenggarakan secara mandiri. Artinya kami melakukan ini sebagai bentuk kepedulian kami terhadap isu sensitif ini, terhadap korban-korban tindak pidana perdagangan orang oleh oknum tertentu yang tidak bertanggung jawab. Bukan konteksnya kami mengambil alih peran pemerintah, tapi dalam hal ini kami menyampaikan sebagai insan pers bahwa ada peristiwa yang terjadi yang perlu diseriusi untuk ditindaklanjuti," ujar Anton.

Dia menambahkan konsistensi VOICE Indonesia hingga pelaksanaan jilid ketiga ini mempertegas komitmen media dalam mengawal isu perlindungan pekerja migran.

"Kok, ada diskusi publik jilid ketiga? Ini bentuk keseriusan kami sebagai insan pers, sebagai pelaku media, ada kepedulian kami. Yang pertama kami pernah lakukan di Jakarta, yang kedua di Bandung, yang ketiga di Kabupaten Bogor. Ini menunjukkan bahwa isu ini cukup sensitif, cukup menarik perhatian kami," tuturnya.

Direktur Layanan Pengaduan, Mediasi, dan Advokasi PMI pada Pemberi Kerja Perseorangan Firman Yulianto mewakili Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) mengulas peta penempatan PMI sepanjang 2026 serta sejumlah negara tujuan yang membutuhkan atensi khusus.

"Ini Kamboja, kemudian juga Arab Saudi, Malaysia, Australia, dan Taiwan. Nah, ini sebetulnya Taiwan juga, kan, sudah aman, tetapi tentunya ada juga yang nakal, mungkin yang khusus awak kapal, peringatan yang mungkin ini juga menjadi kritik," papar Firman.

Forum media VOICE Indonesia menggelar diskusi bertajuk Jerat TPPO & Kerentanan PMI: Mengurai Celah Hukum, Jalur Gelap, dan Sistem Perlindungan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|