jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan terkait restrukturisasi pembayaran utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh.
Purbaya menyebut pembayaran utang menggunakan skema cicilan sekitar Rp 1 triliun per tahun, dengan tenor hingga 80 tahun.
“Total utang besar, tetapi sudah direstrukturisasi 80 tahun, cicilannya Rp 1 triliun atau sedikit di bawah dari tahun ke tahun," kata Purbaya dalam taklimat media di Jakarta, Selasa (8/9).
Purbaya menilai beban dari skema restrukturisasi tersebut relatif lebih ringan dari perkiraan, sehingga masih dapat ditangani oleh Kementerian Keuangan.
Purbaya sebelumnya telah menyampaikan akan melibatkan perusahaan special vehicle mission (SMV), atau Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kemenkeu untuk mengelola utang KCJB di bawah pemerintah.
Sejauh ini, Purbaya mempertimbangkan Indonesia Investment Authority (INA) serta PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk menjalankan mandat tersebut.
Namun, mengingat beban cicilan yang relatif lebih ringan, ia membuka peluang menunjuk hanya satu SMV untuk mengelola utang Whoosh.
“Saya cuma lihat bebannya setiap tahun seperti apa. Kalau segini saja cukuplah ditangani oleh satu SMV di bawah Kementerian Keuangan,” ujarnya.

4 hours ago
7





















































