Ungkap Inovasi Palsu Chromebook Era Nadiem, P2G Dukung Langkah Kejaksaan

6 hours ago 2

Ungkap Inovasi Palsu Chromebook Era Nadiem, P2G Dukung Langkah Kejaksaan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) 2019-2024 Nadiem Makarim (tengah) berjalan menuju mobil tahanan usai pemeriksaan di Jampidsus, Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (4/9/2025). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/YU.

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Bidang Advokasi Guru P2G Iman Zanatul Haeri membongkar adanya indikasi manipulasi opini publik secara masif yang dirancang untuk menutupi kebobrokan proyek pengadaan Chromebook di era Mendikbudristek Nadiem Makarim.

P2G menegaskan bahwa langkah berani Kejaksaan Agung dalam mengusut tuntas skandal korupsi triliunan rupiah ini bukan sekadar penegakan hukum administratif, melainkan sebuah misi suci untuk merebut kembali hak-hak anak bangsa di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) yang anggarannya dirampok atas nama modernisasi.

Dalam pemaparannya, Iman meluruskan sekaligus meng-counter narasi negatif yang belakangan gencar diembuskan oleh kelompok pendukung mantan menteri tersebut di media sosial.

Para pendukung Nadiem kerap membangun opini bahwa langkah hukum Kejaksaan adalah bentuk "kriminalisasi terhadap kebijakan inovatif" atau penjagalan terhadap masa depan digitalisasi sekolah.

Menurut P2G, narasi tersebut adalah pembodohan publik karena proyek Chromebook sejak awal tidak dilandasi oleh naskah akademik maupun dalil pedagogis (dasar ilmu pendidikan) yang kuat.

"Tahun 2021 itu puncak pandemi, ribuan guru meninggal, dan internet di daerah 3T belum merata. Tapi kementerian mengunci aturan Asesmen Nasional harus berbasis internet, lalu menurunkan proyek Chromebook. Ini bukan inovasi, ini kebijakan yang sengaja diciptakan agar perangkat teknologi itu laku dibeli menggunakan anggaran negara," kata Iman seperti dikutip dari kanal podcast Jaksapedia.

Iman menjelaskan lebih dalam mengenai kejanggalan linimasa (timeline) kebijakan yang terjadi pada tahun 2021.

Di saat situasi negara sedang darurat akibat varian baru Covid-19, juga mayoritas sekolah di pelosok berjuang mempertahankan keselamatan fisik guru serta murid, fokus anggaran pendidikan justru digeser secara paksa untuk belanja teknologi ke vendor-vendor tertentu.

Menurut P2G, narasi tersebut adalah pembodohan publik karena proyek Chromebook sejak awal tidak dilandasi oleh naskah akademik maupun dalil pedagogis

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|