jpnn.com, JAKARTA - Pemimpin pasar industri perekat Indonesia, Lem Rajawali, resmi mengumumkan transformasi merek (rebranding) besar-besaran secara nasional.
Melalui langkah strategis bertajuk Next Level, perusahaan yang telah berpengalaman lebih dari empat dekade ini beradaptasi dengan dinamika industri modern dan memperkuat posisinya di sektor manufaktur serta kreatif nasional.
Transformasi ini ditandai dengan peluncuran logo baru yang menampilkan siluet burung rajawali menghadap ke kanan. Simbol ini merepresentasikan visi perusahaan yang progresif dan komitmen untuk terus bergerak maju dalam menjaga standar kualitas tertinggi.
"Di tengah ketidakpastian geopolitik global, Lem Rajawali memandang peran perekat sebagai komponen krusial dalam rantai nilai industri nasional," kata Managing Director PT Mikatasa Agung (pemilik brand Lem Rajawali), Martin Hendriadi, Kamis (2/4).
Dia menegaskan bahwa melalui transformasi ini, perusahaan ingin maju bersama menyongsong masa depan dengan semangat baru, tetapi tetap mempertahankan posisi sebagai nomor satu di industri. Transformasi ini didukung oleh performa finansial yang solid.
Sepanjang tahun 2025, Lem Rajawali mencatatkan lonjakan penjualan sebesar 35 persen, melampaui pertumbuhan tahun 2024.
Menatap tahun 2026, perusahaan menetapkan target ambisius yakni pertumbuhan sebesar 50 persen pada semester pertama.
"Untuk mendukung target tersebut, perusahaan meningkatkan alokasi investasi hingga 60 persen. Dana ini akan difokuskan pada pengembangan produk (R&D) serta penguatan pasar pasca-transformasi," ucapnya.

7 hours ago
1




















































