Harga Kedelai Melambung Tinggi, Perajin Tahu Mejerit

2 hours ago 3

Harga Kedelai Melambung Tinggi, Perajin Tahu Mejerit

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Melambungnya harga bahan baku kedelai mulai memukul perajin tahu rumahan. Ilustrasi perajin tahu. Ilustrasi. Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, SERANG - Melambungnya harga bahan baku kedelai mulai memukul perajin tahu rumahan di wilayah Banjaragung, Kota Serang Banten.

Kenaikan harga bahan baku itu memaksa perajin tahu terpaksa menaikkan harga jual produknya.

Nuraeni, salah satu pemilik pabrik tahu mengungkapkan harga kedelai saat ini telah menyentuh angka Rp 10.500 per kilogram, naik signifikan dari harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp 8.000 per kilogram.

"Dampaknya sangat terasa ke omzet. Karena biaya produksi sudah tidak sesuai lagi, kami terpaksa menaikkan harga jual dari sebelumnya Rp 17.500 per loyang kini menjadi Rp19.000 daripada mengurangi ukuran tahu," katanya.

Menurutnya, menjaga ukuran tahu tetap stabil merupakan strategi untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan, meskipun kenaikan harga tersebut sempat menuai protes dari para pembeli yang berharap harga kembali normal.

Selain kedelai, beban perajin semakin berat dengan melonjaknya harga plastik pengemas bening.

Nuraeni menyebut kenaikan harga plastik per ikat mencapai Rp20.000 hingga Rp25.000 dari harga sebelumnya yang di bawah Rp50.000.

"Kenaikan plastik ini bahkan terasa lebih parah. Ini menjadi risiko yang harus kami tanggung agar kegiatan produksi harian tetap berjalan," ujarnya.

Melambungnya harga bahan baku kedelai mulai memukul perajin tahu rumahan. Simak selengkapnya di sini.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|