jpnn.com - Yamaha menyuarakan perlunya perubahan besar dalam tata kelola perpindahan pembalap MotoGP.
Managing Director Yamaha Paolo Pavesio menilai sudah waktunya ajang balap motor paling bergengsi itu memiliki sistem jendela transfer resmi, agar pergerakan para rider tidak lagi berlangsung terlalu dini dan tanpa arah yang jelas.
Pandangan tersebut muncul di tengah panasnya bursa pembalap menjelang musim 2027, bahkan ketika kompetisi musim ini baru memasuki seri ke-7.
Yamaha sendiri ikut terlibat dalam manuver besar setelah dipastikan berpisah dengan Fabio Quartararo, yang memilih melanjutkan karier bersama Honda seusai enam musim membela tim pabrikan Jepang tersebut.
Sebagai respons, Yamaha kabarnya sudah mengamankan jasa Jorge Martin dari Aprilia untuk musim depan. Selain itu, Ai Ogura juga didatangkan untuk mengisi kursi yang ditinggalkan Alex Rins.
Namun, pergantian pembalap tak hanya terjadi di Yamaha. Sebelumnya, Ducati lebih dahulu mengamankan Pedro Acosta untuk mendampingi Marc Marquez.
Meski sebagian besar perpindahan itu belum diumumkan secara resmi, berbagai kesepakatan diyakini telah tercapai jauh sebelum musim kompetisi dimulai.
Menurut Pavesio, kondisi tersebut justru menciptakan situasi yang tidak sehat bagi tim karena investasi terhadap pembalap menjadi sulit dimaksimalkan.

4 hours ago
5













































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485697/original/029038600_1769524103-9.jpg)






