Sahroni Mengaku Sempat Diperas Rp 300 Juta oleh Utusan KPK Gadungan, Begini Ceritanya

4 hours ago 2

Sahroni Mengaku Sempat Diperas Rp 300 Juta oleh Utusan KPK Gadungan, Begini Ceritanya

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni di Kompleks Parlemen, Jakarta. ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi/am.

jpnn.com - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengaku sempat diperas oleh seorang utusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gadungan.

Menurut Sahroni, utusan yang seorang wanita itu meminta uang Rp 300 juta. Konon pelaku mengaku uang itu untuk dukungan bagi pimpinan KPK.

Menurut Sahroni, utusan KPK gadungan itu menemuinya di kompleks parlemen, Jakarta.

"Jadi, kronologinya, ada seorang ibu-ibu datang ke DPR dan meminta bertemu saya. Kemudian saya temui dan dia mengaku utusan dari pimpinan KPK dan di situ dia meminta uang senilai Rp 300 juta untuk dukungan pimpinan KPK," kata Sahroni memberi klarifikasi, Jumat (10/4/2026).

Atas hal itu, dia pun langsung mengecek kebenaran pengakuan wanita tersebut kepada pihak KPK.

"Saya langsung cek ke KPK dan KPK menyangkal ada utusan tersebut," lanjut Sahroni.

Setelah menerima klarifikasi dari KPK, dia pun mengaku sempat memberikan uang senilai yang diminta utusan gadungan itu.

Sahroni mengaku sengaja memberikan uang tersebut agar pelaku pemerasan benar-benar ditindak.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengaku sempat diperas oleh seorang utusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gadungan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|