jpnn.com - Peneliti senior Citra Institute, Efriza menyatakan Hashim Djojohadikusumo terkait isu ada yang ingin melakukan kudeta terhadap presiden perlu disikapi dengan sangat hati-hati.
Dia menjelaskan pernyataan itu bisa dilihat dari dua sisi yakni sebagai peringatan dini atau strategi penguatan internal.
"Pernyataan Hashim ini perlu dilihat secara hati-hati. Jika dianggap sebagai alarm politik, silakan saja. Sebab, negara punya lembaga intelijen, sehingga kemungkinan benarnya informasi tersebut tetap cukup rasional," kata Efriza kepada JPNN.com, Jumat (10/4).
Namun, dia menyebutkan ada kemungkinan narasi ini mencuat sebagai upaya konsolidasi kekuasaan.
Hal ini bertujuan agar seluruh elemen kekuatan pendukung Presiden Prabowo tetap kompak dan waspada terhadap segala kemungkinan gangguan politik.
"Namun, pernyataan Hashim juga dapat dibaca sebagai upaya konsolidasi kekuasaan, agar kekuatan-kekuatan pendukung Presiden Prabowo kompak," lanjutnya.
Di sisi lain, menurutnya tanpa transparansi dan bukti yang jelas, pernyataan seperti ini justru berpotensi menimbulkan kegelisahan publik.
"Jika dibiarkan tanpa klarifikasi terukur, hanya akan menjadi spekulasi liar yang tidak produktif bagi stabilitas nasional," kata Efriza.

4 hours ago
2





















































