jpnn.com, JAKARTA - Ketua Dewan Pembina DPP Perempuan Bangsa, Rustini Muhaimin secara resmi membuka workshop anti-pencabulan yang digelar di lingkungan pesantren.
Kegiatan ini dirangkai dengan Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) Perempuan Bangsa yang berlangsung di Jakarta, Jumat (29/8).
Rustini Muhaimin menyatakan kekerasan seksual adalah kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran nilai agama yang sangat serius.
Oleh karena itu, menurutnya, diperlukan komitmen bersama dalam menciptakan ruang aman, terutama di lingkungan pendidikan seperti pesantren.
“Pesantren sebagai pusat nilai, akhlak, dan spiritualitas harus menjadi pelopor dalam membangun budaya anti kekerasan seksual. Dan perlu saya tegaskan, kekerasan seksual adalah kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran nilai agama yang sangat serius,” kata Rustini.
Dia menambahkan Perempuan Bangsa harus menjadi garda terdepan dalam pemberdayaan perempuan berbasis nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan, serta kuat dalam prinsip dan nilai.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, Nihayatul Wafiroh atau yang akrab disapa Ninik menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan ikhtiar penting untuk menjaga kemaslahatan generasi penerus bangsa.
“Kami berharap pesantren menjadi tempat paling aman bagi generasi penerus, generasi muda,” katanya.