Rupiah Kembali Tertekan, Kali Ini Akibat Ketegangan Timteng

2 hours ago 1

Rupiah Kembali Tertekan, Kali Ini Akibat Ketegangan Timteng

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

ilutrasi mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. Ilustrasi: Ricardo/jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah melemah seiring laporan terkait serangan Iran terhadap pasukan AS di Timur Tengah (Timteng).

Nilai tukar rupiah pada Rabu pagi bergerak melemah 16 poin atau 0,09 persen.

Mata uang garuda berada di level Rp 18.099 per dolar Amerika Serikat (AS) dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 18.083 per USD.

“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS, dengan harga minyak mentah yang kembali melonjak menyusul berita penyerangan oleh Iran terhadap pasukan AS di Timteng,” ujar Lukman di Jakarta, Rabu.

Mengutip Anadolu, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan pada Selasa (28/7) bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan beberapa rudal balistik ke arah pasukan AS yang ditempatkan di Timteng.

Pernyataan tersebut muncul setelah media lokal melaporkan bahwa Iran meluncurkan rudal ke arah pangkalan militer AS di Yordania.

Ketegangan antara AS dan Iran telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir, seiring AS melakukan serangan terhadap Iran yang kemudian ditanggapi dengan menargetkan fasilitas dan peralatan militer AS di negara-negara kawasan Teluk.

Selain itu, sentimen lain berasal dari agenda Federal Open Market Committee (FOMC) pada hari ini yang diprediksi bakal mempertahankan suku bunga. “Namun, pasar mengantisipasi nada hawkish Kepala The Fed. Ini tentunya akan juga membebani rupiah,” kata Lukman.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah melemah seiring laporan terkait serangan Iran terhadap pasukan AS di Timur Tengah (Timteng).

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|