jpnn.com - PEKANBARU - Ribuan mahasiswa, pengemudi ojek online (ojol), dan masyarakat menggeruduk Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Riau di Jalan Pattimura, Pekanbaru, Jumat (29/8).
Aksi ini merupakan bentuk solidaritas atas meninggalnya seorang driver ojol di Jakarta yang tewas setelah terlindas kendaraan taktis milik Brimob.
Dalam aksi tersebut, massa membawa berbagai spanduk dan poster berisi kecaman terhadap peristiwa tersebut.
Mereka mendesak kepolisian untuk bertanggung jawab dan mengusut tuntas kasus kematian driver ojol yang dinilai sebagai tragedi kemanusiaan.
“Kami menyuarakan agar Presiden Prabowo mencopot Kapolri dari jabatannya, dan segera mencopot oknum yang terlibat dan memberikan hukuman seadil-adilnya kepada pelaku,” teriak salah satu orator aksi.
Dalam orasi dan pernyataan sikap, massa menyampaikan lima tuntutan utama, yakni:
- Meminta Presiden Prabowo Subianto mencopot Kapolri.
- Mendesak kepolisian bertanggung jawab dan mengusut tuntas kasus kematian driver ojol yang dinilai sebagai tragedi kemanusiaan.
- Menuntut pembebasan 300 massa aksi yang ditahan Polri tanpa syarat.
- Mengevaluasi standar operasional prosedur (SOP) penanganan massa aksi agar tidak terjadi kekerasan berulang.
- Meminta Kapolda Riau mengajukan rekomendasi resmi terkait perbaikan internal di tubuh Polri.
Aparat kepolisian memasang pagar besi melingkar di depan pintu gerbang guna menghalau massa agar tidak masuk ke dalam markas.
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menyampaikan komitmen untuk menyalurkan aspirasi tersebut ke pimpinan pusat. (mcr36/jpnn)
Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini: