Putus Pengaruh Iran, Turki Siapkan Jalur Alternatif Selat Hormuz

5 days ago 14

Putus Pengaruh Iran, Turki Siapkan Jalur Alternatif Selat Hormuz

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Kapal patroli milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz. (ANTARA/Xinhua/aa.)

jpnn.com, ANKARA - Turki menargetkan penyelesaian proyek koridor transportasi baru yang menghubungkan Teluk Persia dengan Eropa via Irak dalam waktu tiga tahun untuk mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz.

Selat Hormuz, jalur kunci untuk distribusi lewat laut terhadap seperlima dari komoditas minyak dunia, sedang menghadapi risiko gangguan di tengah perang AS melawan Iran.

"Proyek ini bisa saja selesai dalam waktu empat hingga lima tahun, tetapi kami masih akan membahas apakah proyek itu bisa diselesaikan dalam waktu tiga tahun setelah pekerjaannya dimulai," kata Menteri Perhubungan Turkiye Abdulkadir Uraloglu seperti dikutip surat kabar pro-pemerintah Yeni Safak pada Jumat.

Proyek tersebut mencakup pembangunan jalur kereta api, jalan tol, serta infrastruktur telepon dan energi yang membentang sepanjang 1.200 Km dari Pelabuhan Al-Faw di Irak menuju Turki, dengan sambungan lanjutan ke Eropa.

Pembangunan jalur kereta itu sendiri diperkirakan memakan biaya hingga 15 miliar dolar AS (sekitar Rp 270,5 triliun).

Turkiye dan Irak sebelumnya menyepakati pembangunan pos lintas batas baru di Faysh Khabur-Ovakoy serta mekanisme pendanaan proyek pekerjaan tersebut, tambah laporan itu.???????

Turkiye pun berupaya menyelesaikan proses dokumentasi teknis dan memulai pembangunan pada tahun ini, dengan memprioritaskan pembangunan jalur kereta api untuk memastikan transportasi kargo secara efektif ke Eropa serta mengurangi emisi karbon.???????

Laporan tersebut juga menyebutan bahwa apabila proyek itu rampung, maka akan daoat mengurangi ketergantungan logistik global terhadap Selat Hormuz.

Apabila proyek Turki ini rampung, maka akan dapat mengurangi ketergantungan logistik global terhadap Selat Hormuz yang kerap diganggu Iran

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|