jpnn.com, DAIRI - PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil meningkatkan produktivitas padi di Desa Lumban Toruan, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara menjadi 12,3 ton per hektare atau dua kali lipat dibandingkan produktivitas sebelumnya yang mencapai 6 ton per hektare.
Peningkatan produktivitas ini terjadi di lahan demplot Pupuk Indonesia yang berkolaborasi dengan pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Dairi.

“Keberhasilan demplot ini diharapkan dapat membangkitkan kembali kepercayaan diri para petani untuk kembali mengolah sawah setelah sebelumnya sempat lesu akibat penurunan hasil panen yang drastis,” ungkap Assistant Officer Pendukung Penjualan Regional 1 Pupuk Indonesia Hendra Sagita dalam keterangannya, Senin (24/8).
Hendra mengatakan produktivitas padi mencapai 12,3 ton per hektare diperoleh melalui pengukuran secara transparan melalui pengambilan contoh atau sampel ubinan yang dilakukan secara bersama antara Pupuk Indonesia, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), petani setempat sehingga hasil panen dapat diketahui secara objektif.

Lebih lanjut Hendra menjelaskan peningkatan produktivitas tidak terlepas dari pengolahan lahan yang tepat, pola pemupukan terukur atau berimbang, serta pendampingan intensif yang diberikan Pupuk Indonesia selama musim tanam berlangsung.
“Keberhasilan demplot diharapkan menjadi pemicu bagi petani di Kabupaten Dairi untuk mengoptimalkan lahan persawahan. Dengan peningkatan produktivitas dan penerapan budidaya yang tepat, upaya mengembalikan Dairi sebagai salah satu lumbung pangan di Sumatera Utara diharapkan dapat diwujudkan secara bertahap,” tambahnya.
Keberhasilan peningkatan produktivitas padi mendapat apresiasi dari Kepala Bidang DKPP Kabupaten Dairi Sukaedah Angkat.
Menurut Sukaedah, capaian demplot menunjukkan pengelolaan lahan dan pemupukan yang tepat dapat meningkatkan produktivitas secara signifikan.
Selain itu, dia mengatakan perbaikan kondisi tanah menjadi salah satu faktor penting sebelum petani memasuki masa tanam.
Karena itu, dirinya mendorong petani menggunakan pupuk organik dan kapur pertanian.
“Langkah ini penting untuk memperbaiki pH tanah agar penyerapan unsur hara berjalan maksimal, dengan penerapan metode ini kita optimistis dapat mendukung swasembada pangan yang berkelanjutan,” kata Sukaedah. (mrk/jpnn)

1 hour ago
2







































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489203/original/035305400_1769830456-psis_3.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565231/original/003227000_1777015754-persis_2.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566701/original/033588200_1777217674-Gemini_Generated_Image_97tk4b97tk4b97tk.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348759/original/096928400_1757873841-idzs.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5554135/original/007412000_1776060694-persipal_kenzo.jpg)
