Puluhan SD dan 8 SMP Negeri di Daerah Ini Kekurangan Murid, Waduh

2 weeks ago 19

Puluhan SD dan 8 SMP Negeri di Daerah Ini Kekurangan Murid, Waduh

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Murid SD. Ilustrasi Foto: Sam/JPNN.com

jpnn.com, PURWOKERTO - Sebanyak 61 sekolah dasar negeri dan delapan sekolah menengah pertama (SMP) negeri di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kekurangan murid pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.

Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Banyumas menyatakan pemerintah daerah mengizinkan sekolah negeri yang belum memenuhi kuota membuka pendaftaran secara luring setelah mendapat persetujuan Bupati agar peserta didik yang mendaftar tetap dapat mengikuti kegiatan belajar sejak hari pertama masuk sekolah.

"Pak Bupati sudah mengizinkan sekolah membuka pendaftaran secara offline pada minggu kemarin. Harapan kami, anak-anak yang baru mendaftar secara offline bisa sama-sama masuk pada hari pertama sekolah," kata Sekretaris Dindik Kabupaten Banyumas Wahyu Adhi Fibrianto di sela Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tingkat Kabupaten Banyumas Tahun Ajaran 2026/2027 di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Senin.

Wahyu Adhi yang juga Ketua Panitia Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jenjang SD dan SMP Tingkat Kabupaten Banyumas Tahun 2026 mengatakan pada awal pelaksanaan SPMB terdapat delapan SMP negeri dan 61 SD negeri yang belum memenuhi kuota penerimaan peserta didik baru.

“Rekapitulasi hasil pendaftaran offline (luring) masih berlangsung, sehingga jumlah riil sekolah yang masih kekurangan murid belum final.

Menurut dia, beberapa sekolah, khususnya jenjang SD hanya memperoleh kurang dari lima peserta didik baru.

Meskipun demikian, katanya, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung sebagaimana mestinya, karena ketentuan hanya mengatur batas maksimal rombongan belajar, yakni 28 siswa untuk SD dan 32 siswa untuk SMP.

Ia mencontohkan SD Negeri Kranji 8 yang hingga hari pertama masuk sekolah baru memiliki tiga murid baru di kelas I, sehingga masih tersedia 25 kursi, sedangkan untuk kelas II mendapatkan empat murid baru yang merupakan pindahan dari sekolah lain.

Pada pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027, puluhan SD dan delapan SMP negeri di daerah ini kekurangan murid.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|