Pertumbuhan Ekonomi Q1 Disokong Belanja Pemerintah, Pengamat Mewanti-wanti

6 hours ago 5

Pertumbuhan Ekonomi Q1 Disokong Belanja Pemerintah, Pengamat Mewanti-wanti

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Ekonom sekaligus pakar kebijakan publik dari UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat memberikan catatan pada pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen pada kuartal I 2026.

Nur Hidayat menyebut angka 5,61 persen pada kuartal I 2026 memang menjadi bukti ekonomi masih kuat.

Namun, dia menilai perlu menilik data dengan jernih mengenai angka pertumbuhan tersebut dari sisi pengeluaran.

"Pertumbuhan tertinggi datang dari konsumsi pemerintah yang melonjak 21,81 persen," kata Nur Hidayat melalui keterangan tertulis, pada Rabu (20/5).

Reuters mencatat pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 terdorong belanja pemerintah, termasuk tunjangan hari raya aparatur sipil negara dan program makan bergizi gratis.

Menyusul kondisi ini, sejumlah analis memperingatkan momentum itu bisa melambat karena tekanan energi dan kebutuhan konsolidasi fiskal.

Nur Hidayat menyebut pertumbuhan ini tidak akan bertahan jika terlalu banyak disangga belanja pemerintah.

Bukan karena produktivitas industri, ekspor bernilai tambah, inovasi, dan investasi berkualitas.

Ekonom memberikan catatan pada pertumbuhan ekonomi RI 5,61 persen pada kuartal I 2026.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|