Menjaga Ruang Pertemuan Rakyat: Di Balik Nobar Pesta Babi dan 'Antek Asing'

2 hours ago 2

 Di Balik Nobar Pesta Babi dan 'Antek Asing'

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Menjaga Ruang Pertemuan Rakyat: Di Balik Nobar Pesta Babi dan 'Antek Asing'

Judul lengkap film dokumenter itu 'Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita'. Tetapi judul besarnya, 'Pesta Babi', lebih menempel di ingatan. 

Sebagai sebuah judul, yang berfungsi menarik perhatian orang untuk menonton tapi tetap akurat merefleksikan cerita, sebenarnya tidak ada yang salah dengan judulnya.

Namun, tidak semua setuju. Salah satunya adalah Kolonel Infantri Jani Setiadi, Komandan Distrik Militer 1501 Ternate.

"Kami memonitor kegiatan ini ... kami melihat di media sosial banyaknya penolakan akan kegiatan pemutaran film ini, karena banyak yang menilai ini bersifat provokatif dari judulnya ... yang saya soroti adalah judulnya yang provokatif, banner-nya yang provokatif, itu saja," serunya dari rekaman yang beredar di dunia maya.

Hanya karena judulnya, acara nonton bareng (nobar) dan diskusi yang digelar Society of Indonesian Ennviromental Journalist (SIEJ) Maluku Utara bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Ternate dibubarkan, malam itu (08/15).

"Pokoknya saya atas nama keamanan, saya juga punya hak menjaga keamanan," nada suara Jani meninggi saat mengakhiri dialog dengan panitia.

Padahal pihak penyelenggara berusaha menjelaskan bahwa film dokumenter besutan Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Jehan Paju Dale ini layak ditonton dulu sampai habis sebelum disimpulkan sebagai karya yang "provokatif".

Pembubaran nobar 'Pesta Babi' tidak hanya terjadi di Ternate.

Berbagai cara dilakukan untuk menutup ruang pertemuan ide dan gagasan, ruang berpendapat dan berekspresi

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|