jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi merotasi tujuh pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PTP). Langkah mutasi dan rotasi ini dilakukan sebagai upaya penyegaran di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sekaligus mengisi sejumlah posisi strategis yang kosong.
Proses rotasi ini telah bergulir sejak 27 Juli 2026 yang diawali dengan tahapan uji kompetensi.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bantul Reni Mariastuti mengonfirmasi bahwa seluruh tahapan telah dijalankan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
"Hasil uji kompetensi telah mendapatkan persetujuan teknis dari Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN). Pengisian jabatan PTP ini dipastikan melalui tahapan dan mekanisme sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," ujar Reni di Bantul, Selasa (1/9).
Adapun tujuh pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang menempati posisi baru di lingkungan Pemkab Bantul meliputi:
- Gunawan Budi Santoso, yang sebelumnya menjabat Staf Ahli Bupati Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan, kini dipercaya sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.
- Yulius Suharta, bergeser dari Staf Ahli Bupati Bidang Sumber Daya Manusia dan Kemasyarakatan menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan.
- Sri Nuryanti, yang sebelumnya menjabat Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, kini mengisi posisi Staf Ahli Bupati Bidang Sumber Daya Manusia dan Kemasyarakatan.
- Bobot Ariffi Aidin, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), bergeser menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan.
- Singgih Riyadi, dari Kepala Dinas Perhubungan kini resmi menempati posisi baru sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).
- Mujahid Amrudin, yang sebelumnya bertugas sebagai Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), berpindah tugas menjadi Kepala Dinas Perhubungan.
- Nugroho Eko Setyanto, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga, kini dipercaya menjabat Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menegaskan bahwa rotasi jabatan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kompetensi serta keahlian para aparatur sipil negara (ASN) selaras dengan tuntutan kebutuhan organisasi.
"Tujuan utamanya adalah memastikan terjadinya penyelarasan tingkat kompetensi dan keahlian aparatur dengan kebutuhan organisasi pada jabatan-jabatan strategis yang kosong," kata Halim.
Melalui kesesuaian antara kapasitas pejabat dan kebutuhan peran di Pemkab Bantul, profesionalisme aparatur diharapkan dapat terus meningkat sehingga mampu mempercepat roda pemerintahan dan mengoptimalkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat. (antara/jpnn)

2 hours ago
2

















































