Operasi Pesta Copet, Debut Sutradara Edy Khemod yang Penuh Tantangan

2 hours ago 3

Operasi Pesta Copet, Debut Sutradara Edy Khemod yang Penuh Tantangan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

(kiri ke kanan) Fauzan Lubis, Zulfa Maharani, Kristo Immanuel, Iqbaal Ramadhan, Kawai Labiba, dan produser Dipa Andika, dalam konferensi film 'Operasi Pesta Copet' di Kota Bandung. Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com

jpnn.com, BANDUNG - Film debut penyutradaraan musisi asal Bandung, Edy Khemod, Operasi Pesta Copet, menyapa penonton di Kota Kembang melalui rangkaian acara Geng Copet Keliling.

Dalam agenda tersebut, sejumlah pemain, yakni Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, Kawai Labiba, Fauzan Lubis, serta produser Dipa Andika, hadir langsung.

Bagi Edy Khemod, Operasi Pesta Copet menjadi debut penting setelah selama ini dikenal sebagai personel grup musik Seringai, sekaligus show and creative director dalam berbagai pertunjukan musik.

Film tersebut berangkat dari keresahan Khemod terhadap fenomena pencopetan di konser musik. Namun, cerita kemudian dikembangkan lebih jauh dengan mengangkat persoalan ketimpangan ekonomi melalui perjalanan empat sahabat.

Proses hingga film tersebut akhirnya tayang di bioskop membutuhkan waktu sekitar tiga tahun.

Ide awalnya bermula ketika Khemod datang ke rumah produksi Imajinari dengan gagasan mengenai operasi pencopetan di sebuah festival musik terbesar.

Gagasan tersebut kemudian berkembang menjadi film yang mulai tayang di seluruh bioskop Indonesia sejak 27 Agustus 2026.

Salah satu tantangan terbesar dalam proses produksi terjadi ketika Khemod harus menjalani syuting di tengah kerumunan penonton festival musik Pestapora.

Film debut sutradara Edy Khemod, Operasi Pesta Copet, tayang di bioskop. Syuting di Pestapora menjadi salah satu tantangan terberat.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|