jpnn.com, JAKARTA - Menghabiskan hari-hari dengan cucuran keringat saat menempa kondisi fisik dan latihan untuk meningkatkan performa di arena, menjadi menu yang dilahap oleh para atlet dalam kesehariannya.
Porsi itu makin bertambah secara intensitas dan kuantitas, ketika para atlet akan berangkat berlaga membawa nama Indonesia ke sebuah ajang internasional.
Sayangnya profesi atlet selama ini masih dipandang sebelah mata, karena masyarakat menilai apa yang mereka korbankan tak sepadan dengan yang mereka dapatkan.
Publik beranggapan nama harum mereka hanya tercium saat atlet masih bisa berlaga di lintasan dan naik podium, sedangkan saat cedera mendera atau usia tak lagi muda yang membuat mereka harus pensiun, tak kan ada jaminan mereka dapat hidup sejahtera.
Tetapi cerita para atlet yang terdengar belakangan ini meyakinkan kita bahwa tak ada lagi atlet bermasa depan suram.
Cerita sudah berbeda, masa depan cerah menanti mereka. Guyuran bonus dari pemerintah dengan nilai fantastis bagi mereka yang sukses meraih medali di berbagai ajang mulai dari level SEA Games, Asian Games sampai Olimpiade, menjadi bekal para atlet untuk menata dan mempersiapkan kehidupan mereka setelah gantung sepatu.
Mereka bisa menabung, berinvestasi, membeli aset sampai membuka usaha.
Bahkan, bukan hanya sang peraih medali saja yang merasakan manisnya perhatian pemerintah, keluarga mereka juga terangkat derajatnya.

3 hours ago
1





















































