Menekraf: Perkuat Bisnis Kreatif Indonesia, Nusantara Rising Buka Akses Modal dan Pasar

3 hours ago 3

 Perkuat Bisnis Kreatif Indonesia, Nusantara Rising Buka Akses Modal dan Pasar

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya saat menghadiri sesi "Dari Budaya Jadi Daya" peluncuran “Nusantara Rising: Indonesia Collective Soft Power Movement” yang digagas Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia dalam rangkaian IdeaFest 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (4/9/2026). Foto: Humas Kemenkraf

jpnn.com, JAKARTA - Ekonomi kreatif Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui kekuatan budaya, talenta, kreativitas, dan kekayaan intelektual (IP).

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya mengatakan tantangan industri kreatif bukan hanya menghasilkan karya berkualitas, tetapi juga mengembangkan karya tersebut menjadi bisnis yang mampu menciptakan nilai ekonomi dan menembus pasar global.

Hal tersebut disampaikan Teuku Riefky saat menghadiri sesi "Dari Budaya Jadi Daya" peluncuran “Nusantara Rising: Indonesia Collective Soft Power Movement” yang digagas Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia dalam rangkaian IdeaFest 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (4/9/2026).

"Kita tidak ingin Indonesia hanya menjadi pasar bagi konten global. Kita ingin menjadi content powerhouse yang mampu membawa budaya, karakter, dan cerita Indonesia menjadi karya kreatif yang memiliki daya saing global, termasuk musik, film, animasi, dan gim,” ujar Teuku Riefky.

Menurutnya, penguatan ekosistem menjadi kunci agar pelaku ekonomi kreatif dapat melakukan scale up. Dukungan tersebut mencakup akses pembiayaan, teknologi, pengembangan IP, hingga perluasan pasar.

“Tantangannya bukan hanya bagaimana karya Indonesia dikenal dunia, tetapi bagaimana eksposur tersebut menghasilkan manfaat ekonomi bagi kreator. Kita ingin karya kreatif Indonesia berkembang menjadi bisnis yang berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan ekspor, dan menarik investasi,” tegasnya.

Teuku Riefky menilai gerakan Nusantara Rising dapat menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, investor, dan pelaku ekonomi kreatif, khususnya untuk menjembatani kebutuhan pembiayaan bagi pelaku kreatif yang telah memiliki karya dan model bisnis tetapi membutuhkan dukungan untuk berkembang.

Kolaborasi ini selaras dengan Rindekraf 2026–2045 dan RPJMN 2025–2029 yang melibatkan 26 kementerian/lembaga dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif nasional yang diharapkan mendorong investasi, ekspor, lapangan kerja, dan PDB nasional.

Ekonomi kreatif Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui kekuatan budaya, talenta, dan kreativitas.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|