jpnn.com, PALEMBANG - Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatra mencatat adanya karhutla di area konsesi perusahaan penerima Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH).
Beberapa titik panas atau hotspot karhutla itu berada di area konsesi perusahaan yang terafiliasi korporasi besar.
"Setahu saya memang ada kebakaran di wilayah pemegang PBPH di Cengal, OKI (Ogan Komering Ilir, red). Nanti bisa didalami ke perusahaannya," ujar Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatra Ferdian Krisnanto saat diwawancarai jpnn.com via layanan pesan, Jumat (4/9/2026).
Ferdian menjelaskan hingga saat ini Manggala Agni atau pasukan khusus yang bertugas mengendalikan dan memadamkan karhutla masih memfokuskan penanganan kebakaran di luar konsesi pemegang PBPH di Cengal.
Menurut dia, pihak perusahaan yang mengantongi PBPH telah menyampaikan komitmennya untuk segera menuntaskan penanganan kebakaran di wilayah konsesinya.
“Infonya sudah tahapan pendinginan, tim Gakkum (Penegakan Hukum, red) Kehutanan sudah masuk juga," ujar Ferdian.
Wahana Lingkungan Hidup Indinesia (WALHI) Nasional dalam unggahannya di media sosial membeber temuannya tentang 4.284 hotspot di area konsesi PBPH. Misalnya, di OKI ada area konsesi PT BMH dengan 552 hotspot.
Ada pula area konsesi PT FI di Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar), yang tercatat dengan 189 hotspot. Masih di Kalbar, terdapat hotspot di area konsesi perusahaan pelat merah yang terpantau di 188 titik, sedangkan di Kabupaten Kayong ada 176 hotspot di area konsesi PT MP.

3 hours ago
3




















.jpeg)































