jpnn.com, JAKARTA - Di tengah derasnya arus modernisasi industri herbal, produksi minyak balur Kutus Kutus ternyata masih bertahan dengan cara lama.
Di dapur produksi di Bali, puluhan jenis herbal tetap diracik dengan tangan, direbus menggunakan panci besar, tanpa sentuhan jalur mesin pabrikan.
Hal itu ditegaskan Fazli Hasniel Sugiharto atau Arniel Sugiharto, pemegang sah merek Kutus Kutus sekaligus pewaris resep keluarga dari almarhumah Lilies Susanti Handayani.
Arniel mengatakan sejak awal Kutus Kutus memang dibuat dengan mengedepankan ketelitian dan proses tradisional yang diwariskan sang ibu.
Hingga kini, sebanyak 69 jenis herbal yang menjadi bahan utama produk tersebut masih diracik secara manual.
“Kami masih menggunakan panci besar di dapur kami, bukan pabrik dan bukan jalur mesin. Setiap tetes Kutus Kutus dilebur dengan doa, sama seperti yang diajarkan ibu saya,” ujar Arniel dalam keterangannya di Jakarta.
Menurut dia, mempertahankan metode manual bukan semata menjaga tradisi, melainkan bentuk penghormatan terhadap warisan keluarga yang sudah dibangun sejak awal.
Arniel mengaku beberapa kali mendapat tawaran untuk memodernisasi produksi agar kapasitas meningkat.

9 hours ago
7





















































