Kutus Kutus Tetap Diproduksi Secara Manual, Arniel: Kami Masih Pakai Panci

9 hours ago 7

 Kami Masih Pakai Panci

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Kutus Kutus herbal. Foto: istimewa

jpnn.com, JAKARTA - Di tengah derasnya arus modernisasi industri herbal, produksi minyak balur Kutus Kutus ternyata masih bertahan dengan cara lama.

Di dapur produksi di Bali, puluhan jenis herbal tetap diracik dengan tangan, direbus menggunakan panci besar, tanpa sentuhan jalur mesin pabrikan.

Hal itu ditegaskan Fazli Hasniel Sugiharto atau Arniel Sugiharto, pemegang sah merek Kutus Kutus sekaligus pewaris resep keluarga dari almarhumah Lilies Susanti Handayani.

Arniel mengatakan sejak awal Kutus Kutus memang dibuat dengan mengedepankan ketelitian dan proses tradisional yang diwariskan sang ibu.

Hingga kini, sebanyak 69 jenis herbal yang menjadi bahan utama produk tersebut masih diracik secara manual.

“Kami masih menggunakan panci besar di dapur kami, bukan pabrik dan bukan jalur mesin. Setiap tetes Kutus Kutus dilebur dengan doa, sama seperti yang diajarkan ibu saya,” ujar Arniel dalam keterangannya di Jakarta.

Menurut dia, mempertahankan metode manual bukan semata menjaga tradisi, melainkan bentuk penghormatan terhadap warisan keluarga yang sudah dibangun sejak awal.

Arniel mengaku beberapa kali mendapat tawaran untuk memodernisasi produksi agar kapasitas meningkat.

Di tengah derasnya arus modernisasi industri herbal, produksi minyak balur Kutus Kutus ternyata masih bertahan dengan cara lama.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|